Main Article Content

Abstract

Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menunjukkan letak titik temu antara radikalisme dan terorisme. Tulisan ini tidak bermaksud untuk memberikan justifikasi bahwa setiap yang radikal dan teroris adalah sama, atau yang dalam bahasa John L Esposito yakni mencampur adukkan antara radikalisme, fundamentalisme, dan terorisme. Radikalisme dan terorisme jelas merupakan dua hal yang berbeda. Tidak semua kelompok radikal setuju dengan cara kerja terorisme. Metode yang digunakan dalam tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dalam tulisan ini dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi atas buku bacaan, berita dan hasil penelitian terkait isu radikalisme dan juga terorisme di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa baik kelompok teroris dan kelompok radikal sama-sama membolehkan kekerasan terhadap aksi yang mereka lakukan. Ada permisivisme terhadap aksi-aksi “radikal” yang dilakukan baik kelompok terorisme maupun kasus yang melibatkan kelompok radikal. Tidak mengherankan jika kelompok radikal menjadi ‘intaian’ para kelompok teroris sebagai ‘lahan’ perekrutan anggota.

Keywords

Radikalisme, Terorisme, Fundamentalisme, Kekerasan

Article Details

How to Cite
Galib, S. A. (2021). Legitimasi Kekerasan: Titik Temu Radikalisme dan Terorisme. AN NUR: Jurnal Studi Islam, 13(1), 1–16. https://doi.org/10.37252/an-nur.v13i1.100