Main Article Content

Abstract




This study aims to explore information about the revitalization of traditional games in introducing the religious-local wisdom values to children. The method used is a literature review with sources from traditional game studies. Playing for children is a valuable activity, because by playing that they will learn many things, especially traditional games that have many benefits and values that are superior. In this study, the researcher concluded that children who are active in their childhood playing traditional games have skills and agility in language and are good at socializing.




Keywords

Revitalitation, Traditional Games, Local Wisdom Values

Article Details

How to Cite
Mahardika, B., Nihwan, & Buana, A. R. (2021). Revitalisasi Permainan Tradisional dalam Mengenalkan Nilai-Nilai Kearifan Lokal-Religius pada Anak. AN NUR: Jurnal Studi Islam, 13(2), 193–207. https://doi.org/10.37252/annur.v13i2.145

References

  1. Alimansyur, DFG. Petunjuk Praktis Penelitian Pendidikan, (Malang: UIN Malang Press.2009)
  2. Dkk Sukirman Dharmamulya, Permainan Tradisional Jawa Sebuah Upaya Pelestarian (Yogyakarta: Kepel Press, 2008), 29.
  3. George S. Morrison, Dasar Dasar Pendidikan Anak Usia Dini (Jakarta: PT Indeks, 2012), 234.
  4. Kartini Parmono, “Nilai Kearifan Lokal Dalam Batik Tradisional Kawung,” Jurnal Filsafat 23, no. 2 (2013): 136.
  5. R. Kunjana Rahardi Yohana Rina Kurniasari, “Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Permainan Tradisional Cublak-Cublak Suweng Di Yogyakarta: Kajian Ekolinguistik,” Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 8, no. 2 (2019): 140.
  6. Sartini, Menggali Kearifan Lokal Nusantara: Sebuah Kajian Filsafat, Jurnal Filsafat : 2004, 37, 111-120.
  7. Slamet Suyanto, Dasar-dasar Pendidikan Anak Usia Dini, Yogyakarta : Hikayat Publishing, 2005.
  8. Ukasyah Q.A.P dan Irfansyah. Jurnal Sosioteknologi Volume 14 No. 2, Agustus 2015: 124-140. Identifikasi Faktor-Faktor Permainan Tradisional Bebentengan sebagai Basis Perancangan Game Pemicu Peningkatan Sistem Motorik Anak. Bandung.
  9. William Tedi. Sociologique Volume 3 N0. 4, Desember 2015: 1-17. Perubahan Jenis Permainan Tradisional menjadi permainan Modern Anak-Anak di Desa Ijuk Kecamatan Belitang Hulu Kabupaten Sekadu. Pontianak
  10. Zaim Elmubarok, Membumikan Pendidikan Nilai, Mengumpulkan Yang Terserak,Menyambung Yang Terputus Dan Menyatukan Yang Tercerai (Bandung: Alfabeta, 2009), 7.
  11. Hapidin, H., & Yenina, Y. (2016). Pengembangan Model Permainan Tradisional Dalam Membangun Karakter Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 10 (2), 201-212.
  12. Saputra, N. E., & Ekawati, Y. N. (2017). Permainan tradisional sebagai upaya meningkatkan kemampuan dasar anak. Jurnal Psikologi Jambi, 2(2), 47-53.
  13. Perwitasari, A. C. (2016). Pengaruh Permainan Tradisional Engklek terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun di TK Bhineka Karya Tunggulsari dan TK Islam Bakti VIII Wonorejo. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta: Fakultas Ilmu Kesehatan
  14. Wulansari, B. Y. (2017). Pelestarian Seni Budaya Dan Permainan Tradisional Melalui Tema Kearifan Lokal Dalam Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini. JURNAL INDRIA (Jurnal Ilmiah Pendidikan Prasekolah dan Sekolah Awal), 2(1).
  15. Suwardi, S., & Rahmawati, S. (2019). Pengaruh Nilai-Nilai Kearifan Lokal Terhadap Pola Pengasuhan Anak Usia Dini (AUD). Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 5(2), 87-92.
  16. Asriati, N. (2012). Mengembangkan Karakter Peserta Didik Berbasis Kearifan Lokal Melalui Pembelajaran di Sekolah. Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora, 3 (2).
  17. Iswatiningsih, D. (2019). Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal di Sekolah. JURNAL SATWIKA, 3(2), 155-164.
  18. Hidayat, D. (2013). Permainan Tradisional dan Kearifan Lokal Kampung Dukuh Garut Selatan Jawa Barat. Jurnal Academica. 5(2), 1057-1070.