Ngalap Barokah Minuman Bekas Kiai Kajian Living Hadis Teori Sosial Emile Durkheim

Studi Kasus Pondok Pesantren An-Nur Komplek Nurul Huda Bantul Yogyakarta

Penulis

  • M. Amirur Rahman IIQ An-Nur Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.37252/jpkin.v1i2.172

Kata Kunci:

Minuman Bekas Kiai, , Teori Sosial Emile Durkheim, Living Hadis

Abstrak

Penelitian ini dilakukan di Pesantren An-Nur komplek Nurul Huda Bantul Yogyakarta tentang fenomena ngalap barokah dari bekas minuman kiai. Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh penulis bahwa hadis-hadis yang berkaitan dengan ngalap barokah cukup banyak ditemukan di kitab Kutub Tis’ah, artinya secara tidak langsung santri an-Nur Komplek Nurul Huda telah mempraktikkan tuntunan ajaran nabi Muhammad SAW, lewat praktik ngalap barokah minuman bekas kiai, yang kemudian disebut dengan istilah living hadis. Teori sosial sacred Emile Durkheim terhadap praktik ngalap barokah minuman bekas kiai, ini setidaknya ada beberapa poin yang di anggap sacred. pertama manusia dalam hal ini adalah sosok seorang kiai, kedua benda-benda seperti gelas, piring atau nampan bekas minum kiai, ketiga air yaitu air minum bekas kiai, keempat tempat yaitu tempat yang digunakan oleh kiai saat duduk (mengisi pengajian) semua benda-benda ini diangap sakral oleh santri sebagai manifestasi teori sakral dalam kehidupan pesantren.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Abdullah, M. (2007) Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Bogor: Pustaka Imam Asy-Syafi’I.

Abdurrahman Nashir bin‚ bin Muhammad al-Juda’I. (2009), Tabarruk Memburu Berkah Jakarta: Pustaka Imam as Syafi’i.

Ahmad Warson Munawwir. (1997), al- Munawir Kamus Arab-Indonesia Surabaya: Penerbit Pustaka Progresif.

Al- Afriqi Ibn Manzur. (1290), Lisan al ‘Arab, Vol. 10 Beirut: Dar al Sadir.

Al Maliki Sayyid Muhammad. (2009). Mafahim Yajibu an Tushohhah Beirut: Dar al-Fikr.

Arisandi Herman. (2015), Buku Pintar Pemikiran Tokoh-Tokoh Sosiologi dari Klasik Sampai Modern, Yogyakarta, IRCiSoD.

Djamas Nurhayati. (2008). Dinamika Pendidikan Islam di Indonesia Pasca kemerdekaan Jakarta: PT RajaGrafinda Persada.

Durkheim Emile. (1965). The Elementary Forms of the Religious Life New York: The Free Press.

Huda, N. (2020). Living Hadis Pada Tradisi Tawasul dan Tabaruk di Makam Sunan Bonang Lasem Rembang. Riwayah: Jurnal Studi Hadis, 6(2), 301-324.

Khatib Muhammad Ajjaj. (2009).Ushulul Hadis Ulumuhu wa Mustholahuhu Beirut: Dar al-Fikr.

Lutfi Maulana, Periodesasi perkembangan studi hadis (dari tradisi lisan/ tulisan hingga berbasis digital)., Journal Esensial Vol 17 No 1 April 2016.

Mahmud, R. (2018). Social as Sacred Dalam Perspektif Emile Durkhem. TASÂMUH, 15(2), 111-116.

Marhiyanto Bambang, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Victory Inti Cipta.

Maulana, L. (2016). Periodesasi Perkembangan Studi Hadits (Dari Tradisi Lisan/Tulisan Hingga Berbasis Digital). ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 17(1), 111-123.

Muhammad Andi Rosa., Prinsip dasar dan ragam penafsiran kontekstual dalam kajian teks Al-Qur’an dan Hadis Nabi Saw. Dalam Journal Holistic: IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Vol 01 no 02 Juli-Desember 2015

Musthofa, Q. (2022). Profil KH. Bahaudin Nur Salim (Gus Baha) dan Pengaruhnya pada Generasi Milenial. Musala : Jurnal Pesantren Dan Kebudayaan Islam Nusantara, 1(1), 79–90. https://doi.org/10.37252/jpkin.v1i1.144

Nor Huda. (2008), Sejarah Sosial Intelektual Islam di Indonesia, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2015.

Nurcholish Madjid. (1997). Bilik-Bilik Pesantren. Jakarta: Paramadina.

Nur Huda, Living Hadis Pada Tradisi Tawasul Dan Tabaruk Di Makam Sunan Bonang Lasem, Dalam Journal Riwayah, STAI al-Anwar Serang, Rembang, Vol, 6, No: 2, 2020.

Nuroniyah, W. (2016). Tradisi Pesntren dan Konstruksi Nilai Kearifan Lokal di Pondok Pesantren Nurul Huda Munjul Astanajapura Cirebon. Holistik, 15(2).

Qur’an Kemenag. (2022). Retrieved Januari, 26, 2022, from Kemenag.go.id website: https://quran.kemenag.go.id

Rijal Mahmud, SOCIAL AS SACRED DALAM PERSPEKTIF EMILE DURKHEM , Pascasarjana UIN Suka Yogyakarta, dalam Jurnal, Tasamuh Volume 16, No. 2, Juni 2018.

Rosa, M. A. (2015). Prinsip dasar dan ragam penafsiran kontekstual dalam kajian teks Al-Qur’an dan Hadis Nabi Saw. Holistic al-Hadis, 1(2), 171-224.

Rozaki Abdur. (2003) Menabur Kharisma Menuai Kuasa: Kiprah Kiai dan Blater sebagai Rezim Kembar di Madura, Yogyakarta: Pustaka Marwa.

Sejarah. (2018, August 27). Sejarah. Retrieved Januari, 25, 2022, from annurngrukem.com website: https://annurngrukem.com/sejarah/

Thomas F.O. (1987). Sosiologi Agama, Jakarta: CV Rajawali.

Wardah Nuroniyah, “Tradisi Pesantren dan Konstruksi Nilai Kearifan Lokal di Pondok Pesantren Nurul Huda Munjul Astanajapura Cirebon”, Jurnal, 2014.

Weber Max. (2009). Sosiologi Agama, Yogyakarta: IRCiSoD.

Yuki A. Gari. (1998), kepemimpinan dalam Organisasi, Jakarta: Prenhalindo.

Wawancara

Ahmad Lutfi 03 Januari 2022

Fajar Nur Fadhil 02 Januari 2022

Muhammad Khoir 04 Januari 2022

Zainal Khanani 28 Desember 2021

Diterbitkan

2022-07-31

Cara Mengutip

Rahman, M. A. (2022). Ngalap Barokah Minuman Bekas Kiai Kajian Living Hadis Teori Sosial Emile Durkheim: Studi Kasus Pondok Pesantren An-Nur Komplek Nurul Huda Bantul Yogyakarta. Musala : Jurnal Pesantren Dan Kebudayaan Islam Nusantara, 1(2). https://doi.org/10.37252/jpkin.v1i2.172

Terbitan

Bagian

Artikel