Tradisi Nyadran sebagai Simbol Perekat Ukhuwah Islamiah Di Desa Bleberan Playen Gunungkidul

Penulis

  • Azka Musyhafiul Akhbab Madrasah Aliyah Darul Qur’an Wal Irsyad, Gunungkidul, Indonesia
  • Nafsan Azka Ahsani Madrasah Aliyah Darul Qur’an Wal Irsyad, Gunungkidul, Indonesia
  • Siti Rofiah Madrasah Aliyah Darul Qur’an Wal Irsyad, Gunungkidul, Indonesia
  • Ahmad Shofiyuddin Ichsan IIQ An-Nur Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37252/jpkin.v2i1.517

Kata Kunci:

Tradisi Nyadran, Masyarakat Sosial Muslim

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tradisi Nyadran sebagai simbol perekat Ukhuwah Islamiyah di Bleberan Playen Gunungkidul Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskripstif kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nyadran merupakan tradisi yang sudah dilakukan sejak dahulu dan dilakukannya tahlil sebelum nyadran dimulai adalah sebagai pertanda bahwa masyarakat Bleberan tetap menjaga warisan leluhur tanpa meninggalkan agama. Masyarakat meyakini bahwa Nyadran sebagai bentuk praktek nyata dalam mengungkapkan syukur kepada Tuhan serta mengenang dan menghormati. Nyadran yang dilaksanakan oleh masyarakat ternyata memiliki beberapa nilai tasawuf dalam motifnya, beberapa yang ditemukan oleh peneliti adalah: syukur, al-adl, at-taubat, dan tawakkal. Meskipun tidak secara langsung ditampakkan dalam prosesinya, tetapi nilai-nilai ini memang terdapat dalam nyadran dan merupakan bentuk nyata dari tiga prinsip utamanya, yaitu hablum minallah, hablum minannas, dan hablum minal’alam.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Raco, J.R. (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT. Grasindo.

Raco, J.R, M.E, (2010).Metode Penelitian Kualitatif jenis Karakteristik dan Keunggulan. Jakarta: PT. Grasindo.

Idris, Haidar. (1985). Bangkit. Yogyakarta: PW NU.

Eliawati, Ike, Siti Misbah. (2022). “Nilai-nilai Dakwah dalam Tradisi Nyadran di Desa Bumi Mulya Kecamatan Penarik Kabupaten Mukomuko”, Journal Of Islamic Communication. Vol. 3. No. 2.

Kastolani, Abdullah,yusuf. (2016). “Relasi Islam dan budaya local Studi Tentang Tradisi Nyadran di Desa Sumogawe Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang”. Akademi Pengajian Islam. Vol. 4. No. 1.

Ghofur, M. I. (2021). INTEGRASI ISLAM DAN BUDAYA NUSANTARA (TINJAUAN HISTORIS ISLAM DI NUSANTARA). JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama Dan Kemanusiaan, 7(2). https://doi.org/10.24235/jy.v7i2.9042

Khoiri, A. (2019). Moderasi Islam dan Akulturasi Budaya; Revitalisasi Kemajuan Peradaban Islam Nusantara. Islamadina?: Jurnal Pemikiran Islam. https://doi.org/10.30595/islamadina.v0i0.4372

Nurrahmah Laili, A., Restu Gumelar, E., Ulfa, H., Sugihartanti, R., & Fajrussalam, H. (2021). AKULTURASI ISLAM DENGAN BUDAYA DI PULAU JAWA. Jurnal Soshum Insentif, 4(2). https://doi.org/10.36787/jsi.v4i2.612

##submission.downloads##

Diterbitkan

2023-05-14

Cara Mengutip

Musyhafiul Akhbab, A., Azka Ahsani, N., Rofiah, S., & Shofiyuddin Ichsan, A. (2023). Tradisi Nyadran sebagai Simbol Perekat Ukhuwah Islamiah Di Desa Bleberan Playen Gunungkidul. Musala : Jurnal Pesantren Dan Kebudayaan Islam Nusantara, 2(1), 48–56. https://doi.org/10.37252/jpkin.v2i1.517

Terbitan

Bagian

Artikel